Sabtu, 12 Oktober 2013

Jadilah seperti Air terjun, Pelangi, dan Pagi


Kenapa air terjun itu begitu indah, kawan?
Karena airnya jatuh terus menerus
Terus menerus, susul menyusul, berdebam 
Sungguh tiada indahnya kalau hanya selintas
Itu sama seperti menuangkan air dari ember

Kenapa pelangi itu begitu indah, teman?
Karena merah kuning hijau dilangit yang biru itu menggantung
Pada posisinya, tetap, mantap,
Sungguh tiada indahnya kalau bergerak-gerak
Berganti-ganti posisinya, susah diikuti

Kenapa pagi itu terlihat indah, aduhai?
Karena ketepatan waktunya tiba
Bisa diprediksi, selalu datang sesuai janji
Sungguh tiada indahnya kalau ternyata bohong
Lebih cepat atau lebih lambat


---Tere Liye---

0 komentar:

Posting Komentar