Kenapa air terjun itu begitu indah, kawan?
Karena airnya jatuh terus menerus
Terus menerus, susul menyusul, berdebam
Sungguh tiada indahnya kalau hanya selintas
Itu sama seperti menuangkan air dari ember
Kenapa pelangi itu begitu indah, teman?
Karena merah kuning hijau dilangit yang biru itu menggantung
Pada posisinya, tetap, mantap,
Sungguh tiada indahnya kalau bergerak-gerak
Berganti-ganti posisinya, susah diikuti
Kenapa pagi itu terlihat indah, aduhai?
Karena ketepatan waktunya tiba
Bisa diprediksi, selalu datang sesuai janji
Sungguh tiada indahnya kalau ternyata bohong
Lebih cepat atau lebih lambat
---Tere Liye---

Subscribe to our RSS Feed
Follow Us on Twitter
Be Our Fan on Facebook
0 komentar:
Posting Komentar